Pernahkah Anda Membaca Cerpen, Lalu Ingin Membuat Kerangkanya Sendiri?
![]() |
| Langkah Menulis Cerpen |
Membuat kerangka cerpen adalah langkah awal yang sangat penting, baik untuk keperluan analisis bacaan, tugas sekolah, persiapan lomba, maupun sebelum menulis cerpen sendiri. Dengan kerangka yang rapi, kalian akan lebih mudah memahami isi cerita, mengidentifikasi unsur-unsur sastra, dan bahkan menulis karya yang lebih terstruktur.
Jika kalian belum pernah menyusunnya, jangan khawatir! Berikut adalah panduan sederhana dan lengkap tentang cara membuat kerangka cerpen yang baik dan benar:
Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Cerpen
- Bacalah cerpen secara keseluruhan Pahami jalan cerita dari awal hingga akhir tanpa terburu-buru.
- Catat judul cerpen dan tentukan tema utama Tulis satu kalimat ringkas yang merangkum inti cerita atau pesan moralnya.
- Identifikasi unsur-unsur intrinsik
Lengkapi poin-poin berikut secara sistematis:
- Tema: …
- Alur: maju/mundur/campuran (sebutkan bagian orientasi, komplikasi, klimaks, peleraian, resolusi)
- Tokoh dan penokohan: tokoh utama, tokoh pendukung, sifat masing-masing
- Sudut pandang: orang pertama/orang ketiga serbatahu/orang ketiga terbatas
- Latar: tempat, waktu, dan suasana
- Amanat: pesan yang ingin disampaikan pengarang
- Gaya bahasa: ciri khas bahasa yang digunakan pengarang
- Buat ringkasan singkat (sinopsis) Tulis 3–5 kalimat yang menceritakan inti cerita tanpa spoiler berlebihan.
- Susun dalam bentuk kerangka tertulis yang rapi Gunakan poin-poin atau tabel agar mudah dibaca.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kalian akan memiliki kerangka cerpen yang lengkap, sistematis, dan siap digunakan untuk analisis, laporan bacaan, atau sebagai inspirasi menulis cerpen sendiri.
Contoh penerapan kerangka ini akan saya sajikan selanjutnya menggunakan cerpen berjudul “Senyummu Bougainvillea”.
Menulis cerpen bukan bakat bawaan semata, melainkan keterampilan yang dapat diasah siapa saja. Hanya dengan 10 langkah sederhana dan terstruktur, kalian bisa menghasilkan cerpen yang utuh dan menyentuh hati. Panduan ini disusun secara praktis dan sistematis guna membantu penulis pemula. Mari mulai menulis cerpen pertama kalian!
10 Langkah Menulis Cerpen yang Baik dan Benar
- Tentukan Tema dan Pesan (Amanat) Tulis satu kalimat yang merangkum inti cerita. Contoh: “Kesabaran seorang anak kecil mampu mengubah derita menjadi kebahagiaan.”
- Buat Ide Pokok (Premis) Jawab pertanyaan: “Apa yang ingin diceritakan?” dalam 1–2 kalimat. Contoh: “Seorang gadis kecil bernama Asa terus tersenyum dan sabar meski hidupnya penuh cobaan, hingga akhirnya ia menemukan kebahagiaan sejati.”
- Pilih Sudut Pandang
Putuskan narator:
- Orang pertama (“Aku”) → terasa intim
- Orang ketiga serbatahu → lebih fleksibel (paling sering dipakai pemula)
- Rancang Tokoh Utama & Penokohan Buat 1–3 tokoh utama saja. Tulis profil singkat: nama, usia, sifat dominan, keinginan terbesar, dan kelemahan. Contoh: Asa gadis kecil, usia 10 tahun – sabar, penyayang, ingin membahagiakan ibunya.
- Susun Kerangka Alur (Outline)
Tulis 5 bagian besar:
- Awal (perkenalan kehidupan Asa)
- Pengantar konflik (bully + pekerjaan rumah)
- Klimaks (ibunya meninggal)
- Peleraian (ayah menikah lagi, Asa terlantar)
- Akhir (dibawa ke Paris, bahagia)
- Tentukan Latar yang Kuat Pilih 2–3 latar saja yang mendukung emosi: rumah sederhana, sekolah, teras penuh bougainvillea di Paris.
- Tulis Draft Pertama Tanpa Editing Tulis dari awal sampai selesai tanpa menghapus. Biarkan kata-kata mengalir. Target 1.000–3.000 kata.
- Perbaiki Isi (Revising)
Setelah 1–2 hari, baca ulang dan perbaiki:
- Apakah konflik terasa kuat?
- Apakah emosi tokoh sampai ke pembaca?
- Apakah amanat tersirat dengan baik?
- Edit Bahasa dan Gaya Rapikan kalimat, hilangkan pengulangan, perhalus dialog, tambahkan majas seperlunya, pastikan tidak ada typo.
- Beri Judul yang Memikat & Minta Masukan Pilih judul yang mengandung emosi atau simbol (contoh: “Senyummu Bougainvillea”). Kemudian minta 2–3 orang terpercaya membaca dan beri masukan sebelum kalian publikasikan atau kirim ke lomba.
Nah selanjutnya, pernahkah kalian menulis atau menyusun kerangka cerpen sebelumnya?
Jika belum pernah membuatnya, kalian bisa mencontoh susunan kerangka cerpen di bawah ini :Setelah selesai membaca sebuah cerpen, kalian bisa menyusun kerangka cerpen dengan memperhatikan pedoman langkah penulisan kerangka cerpen. Langkah-langkah menulis kerangka cerpen sebagai berikut;
- Bacalah isi cerpen secara keseluruhan kemudian tulislah judul dan pilihlah topik atau tema yang terkandung dalam isi bacaan cerpen tersebut
- Identifikasikan bagian-bagian unsur intrinsik seperti sudut pandang, tokoh dan penokohan, alur, sinopsis, latar serta amanat yang terkandung dalam isi cerpen. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh kerangka cerpen sebagai berikut;
Berdasarkan cerpen “Senyummu Bougainvillea”
1. Judul Cerpen
Senyummu Bougainvillea
2. Tema Utama
Kesabaran dan keikhlasan seorang anak kecil mampu mengubah deretan cobaan berat menjadi kebahagiaan sejati.
3. Sinopsis (Ringkasan Singkat 4–5 kalimat)
Asa, gadis kecil berusia 10 tahun dari keluarga miskin, menjalani hari-hari penuh kerja keras dan bullying. Meski sering dimarahi ayah, ditinggal ibunya yang meninggal, serta diabaikan ibu tiri, Asa tetap sabar dan tersenyum. Di tengah keputusasaan, paman dan bibinya dari Paris datang dan memboyongnya ke kehidupan baru. Di sana, Asa menemukan kebahagiaan sejati di rumah megah yang terasnya dipenuhi bunga bougainvillea warna-warni, seolah bunga-bunga itu adalah senyumnya yang akhirnya mekar lepas.
4. Unsur-Unsur Intrinsik (Lengkap & Detail)
Unsur | Keterangan Lengkap |
Sudut Pandang | Orang ketiga serbatahu (pengarang tahu semua pikiran dan perasaan Asa, ayah, ibu, bahkan teman-temannya) |
Tokoh & Penokohan | • Asa (protagonis) – usia 10 th, sabar, penyayang, ikhlas, rajin |
Alur | Alur maju (kronologis) dengan struktur piramida Freytag yang jelas: |
Latar | • Latar tempat: rumah sederhana di kampung Indonesia → sekolah dasar → rumah paman-bibi di Paris (teras penuh bougainvillea) |
Amanat | Kesabaran, keikhlasan, dan ketegaran hati akan membuahkan kebahagiaan di saat yang tak terduga. |
Gaya Bahasa | Bahasa sederhana tetapi sarat emosi, banyak dialog sehari-hari, penggunaan kalimat pendek saat ketegangan tinggi, simbolisme bunga bougainvillea sebagai “senyum yang tetap mekar meski diterpa badai”. |
Konflik Utama | Internal: Asa vs rasa sedih & takut |
Nilai Moral | • Kesabaran |
5. Kerangka Tertulis Rapi (Siap Disalin ke Tugas Sekolah)
- Judul: Senyummu Bougainvillea
- Tema: Kesabaran dan keikhlasan membawa kebahagiaan
- Sinopsis: Asa, anak kecil yang sabar, menghadapi bullying, kemiskinan, dan kehilangan ibu. Di ujung derita, ia justru menemukan kebahagiaan baru bersama paman dan bibinya di Paris yang rumahnya dipenuhi bunga bougainvillea.
- Sudut Pandang: Orang ketiga serbatahu
- Tokoh Utama: Asa (sabar, penyayang)
- Alur: Maju – Orientasi → Komplikasi → Klimaks (ibu meninggal) → Peleraian → Resolusi (bahagia di Paris)
- Latar: Di sebuah kampung miskin Indonesia & di kota Paris
- Amanat: Kesabaran dan senyum di tengah cobaan akan membuahkan kebahagiaan.
Menyusun kerangka cerpen seperti contoh “Senyummu Bougainvillea” di atas bukan hanya sekadar tugas sekolah, melainkan latihan berharga untuk melatih daya analisis, logika berpikir, dan kepekaan sastra kalian. Ketika kalian terbiasa membongkar sebuah cerita menjadi bagian-bagian kecil (tema, tokoh, alur, latar, amanat), kalian akan semakin mudah memahami karya orang lain sekaligus menulis karya sendiri yang lebih terstruktur dan bermakna.
Jadi, setiap kali selesai membaca cerpen baik dari buku, koran, blog, maupun lomba, luangkan waktu 10–15 menit untuk membuat kerangkanya. Lama-kelamaan, kebiasaan ini akan membuat kalian menjadi pembaca yang cerdas sekaligus penulis yang handal.
Selamat mencoba!
Semoga kerangka-kerangka cerpen yang kalian buat kelak menjadi fondasi bagi cerpen-cerpen indah yang lahir dari tangan kalian sendiri.
