Pernahkah kalian membaca dongeng Alice in Wonderland? Di sana ada karakter lucu bernama Dormouse yang terus tertidur di dalam teko saat pesta teh Mad Hatter. Ternyata, hewan itu benar-benar ada di dunia nyata! Dormouse (nama ilmiah: Gliridae) adalah keluarga mamalia kecil yang memang terkenal karena kebiasaan tidurnya yang luar biasa panjang. Mereka bisa hibernasi hingga 7 bulan dalam setahun, lebih lama daripada beruang! Meski sekilas mirip tikus atau tupai, dormouse bukan tikus dan bukan tupai. Mereka adalah “sepupu jauh” yang punya cerita evolusi sendiri. Yuk, kenalan lebih dekat dengan si kecil penggemar tidur ini!
|
| Gambar Dormouse di atas sarang kayu |
1. Taksonomi dan Klasifikasi
Dormouse termasuk dalam famili Gliridae, yang merupakan salah satu keluarga hewan pengerat tertua di dunia, dengan fosil tertua berasal dari Eosen Awal sekitar 54-49 juta tahun lalu di Eropa dan Asia. Saat ini, ada 29 spesies dormouse yang masih hidup, terbagi menjadi 9 genus. Berikut klasifikasi umum untuk spesies paling terkenal, Hazel Dormouse (Muscardinus avellanarius):
- Kingdom: Animalia
- Filum: Chordata
- Kelas: Mammalia
- Ordo: Rodentia (hewan pengerat)
- Famili: Gliridae (disebut juga Myoxidae di literatur lama)
- Subfamili: Leithiinae
- Genus: Muscardinus
- Spesies: M. avellanarius
Yang paling terkenal di Eropa adalah Hazel Dormouse, satu-satunya spesies yang ada di Inggris. Secara global, kebanyakan spesies Gliridae berstatus Least Concern menurut IUCN, tapi Hazel Dormouse di Inggris dikategorikan Vulnerable.
2. Ciri-ciri Fisik
Dormouse mungil dengan panjang tubuh 6–19 cm (tergantung spesies), ekor sangat berbulu yang panjangnya hampir sama dengan tubuh, dan berat 15–200 gram. Hazel Dormouse beratnya hanya 15–40 gram. Mata mereka besar hitam mengkilap (adaptasi untuk hidup nokturnal), telinga bulat, bulu lembut berwarna oranye-kuning hingga abu-abu, dan mereka bisa memanjat lincah serta melompat antar ranting seperti tupai. Ekornya bisa lepas jika diganggu predator, mirip cicak.
3. Dari Lahir hingga Dewasa
Musim kawin terjadi Mei–Juli di Eropa Utara. Masa kehamilan 21–32 hari, dengan jumlah anak 3–7 ekor (rata-rata 4).
Bayi lahir buta, telanjang, dan sangat kecil (sekitar 2 gram). Mata terbuka pada hari ke-18, disapih pada umur 6–8 minggu, dan mulai keluar sarang sendiri pada umur 10 minggu. Mereka mencapai dewasa seksual pada musim semi tahun berikutnya, setelah hibernasi pertama. Dormouse hidup dalam kelompok keluarga kecil, dan betina biasanya melahirkan di sarang bulat yang dibuat dari rumput dan kulit pohon.
4. Masa Hidup
Di alam liar, dormouse hidup 3–5 tahun, meski banyak yang mati saat hibernasi pertama (tingkat kematian 60-70% per tahun). Di penangkaran, bisa mencapai 9–12 tahun (rekor 13 tahun). Faktor utama penyebab kematian tertinggi pada dormouse adalah gangguan selama masa hibernasi. Ketika memasuki hibernasi (biasanya Oktober–April/Mei), dormouse menurunkan suhu tubuhnya hingga mendekati suhu lingkungan dan menekan laju metabolisme hingga hanya 1–5 % dari kondisi normal. Pada fase ini, hewan sangat rentan karena tidak mampu bereaksi cepat terhadap ancaman. Jika sarang hibernasinya (yang biasanya berupa sarang bola anyaman rumput dan daun di semak rendah atau rongga pohon, atau di bawah tumpukan kayu) digali oleh predator seperti musang, luwak, tikus besar, atau anjing/kucing liar, dormouse hampir selalu mati karena hipotermia, cedera, atau langsung dimangsa. Selain itu, gangguan oleh manusia (pembersihan semak, penebangan pohon, atau penggalian lahan pada musim dingin) juga sering menyebabkan kematian massal karena dormouse terbangun mendadak, menghabiskan cadangan lemak secara drastis, dan tidak sempat mencari sarang baru sebelum membeku. Oleh karena itu, perlindungan sarang hibernasi selama bulan Oktober–Mei menjadi langkah konservasi paling kritis bagi kelangsungan hidup populasi dormouse di alam liar.
5. Makanan
Dormouse adalah omnivora oportunis, tapi lebih condong herbivora: bunga (nektar dan serbuk sari), buah-buahan (hazelnut, blackberry, raspberry), tunas dan kuncup daun, serta serangga, siput kecil, telur burung (jarang). Mereka membantu penyerbukan bunga seperti lebah kecil. Sebelum hibernasi, diet bergeser ke makanan berlemak tinggi seperti hazelnut untuk menimbun lemak.
6. Habitat
Habitat utama adalah hutan gugur beragam (campuran pohon dan semak), tepi hutan, pagar tanaman (hedgerow) yang saling terhubung, dengan lapisan vegetasi understorey yang kaya. Mereka sangat sensitif terhadap fragmentasi habitat jalan raya atau pertanian monokultur bisa menyebabkan punah lokal. Distribusi utama di Eropa, dari Pegunungan Ural hingga Mediterania, dengan Hazel Dormouse di selatan Inggris dan Wales.
7. Kebiasaan Tidur yang Legendaris (Hibernasi & Estivasi)
Hibernasi dari Oktober–April/Mei (bisa 6–7 bulan), suhu tubuh turun dari 35 °C menjadi 2–5 °C, denyut jantung dari 300–400 menjadi 5–10 kali per menit.
|
| Gambar Dormouse sedang Hibernasi |
Mereka bisa estivasi (tidur musim panas) jika cuaca kering atau makanan langka. Sebelum hibernasi, berat badan naik 2 kali lipat. Selama hibernasi, mereka meringkuk di sarang bawah daun atau akar pohon, dan bisa terbangun sementara jika terganggu. Faktanya, dormouse bisa menghabiskan ¾ tahun "tidur"!
8. Status Konservasi
Hazel Dormouse (Muscardinus avellanarius) di Inggris saat ini diklasifikasikan sebagai Vulnerable (Rentan) menurut IUCN Red List versi Inggris. Populasinya telah menurun lebih dari 50 % dalam 25 tahun terakhir dan bahkan sudah punah lokal di setidaknya 17 kabupaten di Inggris.
Secara keseluruhan di Eropa, spesies ini masih dikategorikan Least Concern oleh IUCN global, tetapi tetap mendapat perlindungan ketat berdasarkan Annex IV EU Habitats Directive (yang berarti setiap individu dan habitatnya dilindungi secara hukum di seluruh Uni Eropa dan Inggris pasca-Brexit melalui undang-undang nasional).3
Ancaman utama:
- Hilangnya dan fragmentasi pagar tanaman (hedgerow) akibat pertanian intensif
- Perkebunan monokultur dan penebangan hutan campuran
- Perubahan iklim yang mengganggu pola hibernasi (musim semi datang lebih awal atau musim dingin yang terlalu basah)
Upaya konservasi: Sejak tahun 1993, People’s Trust for Endangered Species (PTES) bersama berbagai lembaga telah melakukan program reintroduksi di lebih dari 25 lokasi di Inggris. Program ini cukup berhasil: beberapa populasi yang dilepasliarkan kini telah berkembang biak secara alami.
9. Fakta Unik Lainnya
- Satu-satunya hewan pengerat yang membuat sarang bulat dari kulit pohon dan rumput (seperti bola kecil di cabang).
- Bisa “mencuci muka” seperti kucing dan bersuara "cit-cit-cit".
- Edible Dormouse (Glis glis) dulu diburu Romawi kuno untuk dimakan, digemukkan dalam pot khusus (glirarium) seperti foie gras!
- Ada spesies raksasa purba seukuran tikus selama Zaman Es.
Infografis Sederhana: Siklus Hidup Dormouse (Berdasarkan data dari sumber ilmiah; bayangkan ini sebagai visual ringkasan dalam bentuk timeline vertikal:)
Tahap | Deskripsi | Durasi/Waktu |
Lahir | Buta, telanjang, 2g | Hari 0 |
Mata Terbuka | Mulai aktif | Hari 18 |
Disapih | Tinggalkan induk | 6-8 minggu |
Dewasa Seksual | Siap kawin | Musim semi tahun kedua |
Hibernasi | Tidur panjang | Okt-Mei (7 bulan) |
Hidup Maks | Di alam liar | 3-5 tahun |
(Sumber infografis: Adaptasi dari Animal Diversity Web & PTES; untuk visual interaktif, lihat referensi di bawah.)
Dormouse adalah contoh sempurna bahwa makhluk kecil pun bisa memiliki cerita yang luar biasa. Di balik wajah menggemaskannya, mereka adalah pejuang tangguh yang bertahan hidup dengan tidur panjang dan strategi cerdas. Sayangnya, si kecil ini sedang berjuang melawan hilangnya rumahnya di alam liar.
Kalau suatu hari kalian berjalan di hutan Eropa pada bulan Juni dan mendengar suara “cit-cit-cit” kecil di antara ranting, mungkin itu dormouse yang baru bangun dari tidur panjangnya sedang mencari sarapan. Mari kita bantu melindungi habitatnya agar anak cucu kita masih bisa bertemu si “tikus tidur” dari dongeng Alice yang hidup dan nyata ini.
Referensi Ilmiah
- Hutterer, R. et al. (2021). Muscardinus avellanarius. IUCN Red List of Threatened Species.
- Bright, P. & Morris, P. (2005). The Dormouse (2nd Edition). The Mammal Society.
- Juškaitis, R. (2018). Dormouse (Gliridae) status in Lithuania and surrounding countries: A review. Folia Zool., 67: 64–68.
- Montgelard, C. et al. (2003). Molecular systematics of dormice (Rodentia: Gliridae). Mol. Phylogenet. Evol., 28(2): 145–156.
- Petrova, T.V. et al. (2024). The mitochondrial genome of the critically endangered... Sci. Rep., 14: 22259.
- Sumber Umum: Animalia.bio, PTES.org, Wikipedia (untuk fakta dasar), & ZSL.org.